Presiden Jokowi Tegas Memberantas Korupsi

Presiden Joko Widodo nampaknya membuat Indonesia harus berbangga atas kepemimpinannya. Spada Era yang baru saja diduduki presiden Jokowi mampu memberikan peningkatan posisi dan poin mengenai Negara terkorup dan terbersih. Menurut indeks yang bernama Corruption Perceptions Index, Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya, yaitu dengan mendapatkan pount 34 dan menempati posisi 88.

Selain Indonesia, terdapat 7 negara lain dalam posisi yang sama yaitu Albania, Maroko, Ajazair, Mesir, Suriname, dan Peru. Walaupun poin yang diraih Indonesia di tahun 2015 belum menjadi yang terbaik di kalangan Negara Asia Tenggara, tidak perlu khawatir karena ada peningkatan menuju titik yang lebih baik. Posisi tersebut juga lebih baik dibandingkan dengan Vietnam, Filipina, dan Myanmar. Posisi yang diduduki Indonesia membuktikan adanya perubahan karena mampu menyalip ranking dari Filipina. Terlebih Indonesia  tidak sampai berada di ranking terbawah bersama Somalia dan Korea Utara. Pasalnya kedua Negara tersebut merupakan penghuni terbawah dalam indeks korupsi. Namun, presiden Joko Widodo juga harus terus bergerak dan menggencarkan misi pembasmian koruptor didalam negeri untuk menyamakan kedudukan bersama Firlandia, Swedia, dan Denmark yang menjadi Negara terbersih dari korupsi.

Presiden Joko Widodo harus terus berkolaborasi baik dengan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Hal ini perlu dilakukan agar rantai keberlangsungan korupsi dapat segera diputus. Kerugian Indonesia akibat korupsi sudah tidak di angka yang kecil lagi, buktinya sudah cukup banyak. Mulai dari sarana prasarana yang tak kunjung membaik, fasilitas tak memadai, dan berbagai layanan umum yang tidak seperti harapan masyarakat.

Dalam hal pemberantasan korupsi, ada baiknya presiden Joko Widodo bersikap adil dan tidak memihak salah satu golongan. Karena bila hal ini terjadi, dampaknya akan sangat luas. Mulai dari menyebarnya gembong korupsi hingga hilangnya kepercayaan rakyat. Tentunya hal ini harus dihindari presiden Joko Widodo. Pemilihan orang-orang yang memiliki attitude  baik untuk menduduki posisi strategis dapat dipilih untuk meminimalisasi prospek terjadinya korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>