Jokowi Percaya Diri Membenahi Sistem Pemerintahan RI

Presiden Jokowi memang memancarkan pesona tersendiri yang mampu menyihir rakyat Indonesia. Dalam masa pemerintahan setahun ini, Jokowi dan JK belum juga menunjukkan kinerja yang diharapkan masyarakat Indonesia. Perekonomian Indonesia masihlah terombang ambing dalam keadaan global yang kian tidak pasti. Ditambah dengan berbagai masalah internal yang membuat perlu dilakukan reformasi structural.

Masalah yang paling disorot terpaan badai perekonomian yang hadir dari dalam maupun luar negeri. Hal ini diperparah dengan warisan masalah ekonomi di masa presiden SBY. Setidaknya warisan 4 defisit diterima Jokowi, yaitu defisit neraca perdagangan, defisit tekanan nilai rupiah, defisit terhadap neraca pembayaran Indonesia, dan defisit fiscal pada APBN. Dampak dari warisan defisit tersebut sangat terlihat pada keadaan makro ekonomi sehingga sangat mudah untuk dikoreksi.

Kemudian, pada bulan Agustus 2015 Presiden Joko Widodo segera mempercepat langkahnya untuk melakukan reshuffle jilid pertamanya. Langkah kontroversionalnya dilakukan dengan langsung menunjuk orang-orang yang Ia percaya untuk menjabat sebagai pembantu presiden. Semuanya dilakukan di berbagai bidang dari politik, ekonomi, hingga keamanan Negara. Cara ini tampak gambaran yang positif sehingga terjadi perubahan pada bidang ekonomi yang mulai naik 0.1 persen, nilai rupiah juga semakin stabil.

Perubahan lainnya yang dilakukan pemerintahan Jokowi adalah proses pemercepatan tender, penandatanganan kontrak sampai pelaksanaan proyek. Cara ini dipilih agar memicu penyerapan anggaran secara maksimal. Upaya yang dilakukan untuk menunjang hal tersebut adalah dengan implementasi paket deregulasi, salah satunya izin investasi pada kawasan industri.

Tidak perlunya izin AMDAL untuk pendirian pabrik di kawasan industri dinilai Jokowi efektif untuk menumbuhkan minat investor untuk berinvestasi dan berbisnis di Indonesia. Menurutnya sebagian ixin yang dikeluarkan oleh menteri terdahulu nyatanya tidak pernah dilakukan pencabutan. Kemudian menjabat menteri baru dan dibuatlah aturan baru, hal ini terus terjadi dan berdampak kepada sistem yang kian ruwet. Cara yang dipilih ini, dijadikan presiden Jokowi sebagai jalan keluar dari permasalahan yang telah ada sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>