Jokowi Usulkan 3 Prioritas Kerja di KTT ASEAN Ke-18

Pada KTT ASEAN, Presiden Republik Indonesia memberikan masukan tentang kerja sama yang dilakukan para anggota ASEAN. Usulan Presiden Joko Widodo kemarin adalah adanya 3 prioritas kerja sama ASEAN Plus Three. Tiga prioritas tersebut berada di bidang pendidikan, pariwisata, dan perdamaian serta keamanan kawasan. Hal tersebut disampaikan pada hari Sabtu lalu tanggal 21 November 2015.

Sebelumnya pada awal November juga telah diselenggarakan Trilateral Summit. Pertemuan ini dijadikan sebagai koordinasi politik antara Jepang, RRC, dan Republik Korea sebagai dukungan perdamaian dan keamanan kawasan. Presiden Jokowi pun mengaku sangat mendukung hal ini untuk menjawab berbagai tantangan keamanan ke depan.

Jokowi juga menyambut dengan baik rencana akan ditandatanganinya Memorandum of Cooperation (MoC) ASEAN Plus Three. Memorandum tersebut dibuat sebagai wujud kerja sama di bidang pariwisata tahun depan. Kerja sama ini juga mentargetkan hasil kerja sama sampai dengan pada tahun 2024 mencapai USD 3,5 triliun.

Tak hanya itu, Presiden kita juga sangat berharap kerja sama di bidang pendidikan dapat menekan kesenjangan pada kualitas. Hal ini bisa dilakukan dengan mengembangkan jejaring universitas antar kawasan. Jejaring dibangun antar orang, lembaga, para akademisi maupun masyarakat madani.

Indonesia berinisiatif untuk melakukan EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation dan ini didukung oleh ASEAN Plus Three. Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi bentuk dukungan tersebut serta beliau yakin bahwa kerja sama tersebut akan mampu mewujudkan perdamaian serta kemakmuran di kawasan Asia Timur. Insiatif Indonesia tersebut akan diresmikan pada KTT ke-10 Asia Timur.

Presiden juga mengapresiasi terhadap dukungan yang diberikan oleh negara Plus Three untuk mewujudkan dan membangun Masyarakat ASEAN 2015. Pertemuan kerja sama tersebut juga dihadiri oleh beberapa pihak penting seperti Ketua ASEAN (Najib Abdul Razak), Para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Malaysia, Perdana Menteri Jepang (Shinzo Abe),  Presiden Republik Korea (Park Geun Hye), dan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (Li Keqiang).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>