Kisah Jokowi Saat Membesarkan Kota Surakarta

Meski saat ini tengah mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo masih tetap terasa sebagai pemimpin yang amanah, tenang namun bisa memberikan dampak positif terhadap tempat yang dipimpinnya. Sebelum mejadi presiden RI Jokowi sempat menjadi salah satu orang nomor Satu di DKI Jakarta. Sebelumnya lagi pernah menjadi wali kota Surakarta dan sukses membawa kota ini go Internasional.

Sedari kecil Jokowi merasakan kehidupan yang cukup pahit, pernah mengalami penggusuran sewaktu kecil dan hidup sederhana. Jokowi telah diwariskan sikap ikhlas, rendah hati dan bijak sana sejak kecil. Beliau menerapkan nilai-nilai kehidupan itu pada setiap lini kehidupan yang dijalaninya. Termasuk pada perusahaan mebel yang menjadi salah satu usahanya.

Setelah lulus kuliah dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Jokowi sempat merantau ke Aceh selama 2 tahun dan bekerja di salah satu perusahaan BUMN. Setelah itu beliau kembali ke kampung halamannya dan membuka usaha CV Roda jati, bisnis yang bergerak di bidang produksi mebel. Hingga kemudian terpilih menjadi pemimpin Kota Solo.

Semasa menjalankan tampuk kepemimpinannya itu, Jokowi terus dikenal karena prestasi yang dilakoninya. Banyak sekali kemajuan yang beliau munculkan pada kota ini. Bahkan beberapa gebrakan progresif terus dilakukannya dengan penuh tanggung jawab. Beliau mengembangkan kota Solo dengan mencontoh kota-kota di Eropa semasa beliau melakukan kunjungan bisnis.

Bahkan beliau menyusun tagline kota solo yaitu “Solo: The Spirit of Java”. Branding yang Jokowi terapkan ini ternyata berbuah manis. Belau mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari tanpa ada gejolak sama sekali. Dilengkapi dengan datangnya investor untuk mendirikan fasilitas publik hingga menyiarkan secara rutin kepada publik.

Bahkan pada saat memimpin Surakarta, Jokowi mengajukan kota ini sebagai anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan akhirnya diterima pada tahun 2006. Kemudian pada bulan Oktober 2008, Jokowi membawa Surakarta Sebagai tuan rumah Konferensi organisasi tersebut. Tahun 2007, Surakarta juga menjadi tuan rumah Festival musik Dunia (FMD) di kompleks Benteng Vastenburg.

Sikap rendah hati dan penuh visioner inilah yang menjadikan Jokowi sebagai pemimpin yang bersahaja dan mampu menggerakkan organisasi yang dipimpinnya dengan baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>